Rencana Bayern Munchen Menyerah Kejar Pemain Bertahan RB Leipzig

Rencana Bayern Munchen untuk mendatangkan centre-back RB Leipzig, Dayot Upamecano pada bursa transfer musim panas mendatang sepertinya batal dilakukan. Pasalnya, manajemen Die Roten enggan memenuhi sejumlah uang yang diminta Leipzig untuk mendapatkan jasa pemainnya itu.

Kontrak Upamecano sendiri di Red Bull Arena berlaku sampai Juni tahun depan. Leipzig sendiri sudah pasti menginginkan pemain berusia 21 tahun itu mau bertahan. Namun, pembicaraan tentang pembaharuan kontraknya sejauh ini masih saja menemui jalan buntu.

Posisi bek tengah memang menjadi fokus Bayern untuk ditingkatkan. Pasalnya, Niklas Sule dan Lucas Hernandez memiliki riwayat cedera lutut yang musim ini membuat mereka kerap bisa maksimal membela Die Roten.

Sementara, Jerome Boateng penampilannya sejauh ini masih saja angin-anginan ditambah lagi usianya yang bisa dibilang sudah tidak mudah lagi karena bakal berusia 32 tahun pada September mendatang. Dengan dasar itu, Bayern pun tertarik memboyong Upamecano yang usianya jauh lebih muda dari Boateng.

Selain itu, Bayern juga sangat menyukai gaya bermain Upamecano karena merupakan otak di balik keberhasilan Leipzig tampil impresif musim ini dengan menduduki peringkat kedua klasemen Bundesliga dan berpeluang lolos ke babak perempatfinal Liga Champions musim ini usai menang 1-0 di markas Tottenham Hotspur.

Namun, dilansir dari Get German Football News, Bayern batal merekrut Upamecano pada bursa transfer musim panas nanti. Sebab, menurut laporan tersebut Leipzig mematok harga Upamecano di angka 60 juta euro atau sekitar Rp 960,6 miliar karena merasa pemain mudanya itu adalah salah satu bek muda terbaik di Eropa saat ini.

Bayern sendiri merasa harga tersebut kelewat mahal untuk seorang Upamecano yang baru musim kemarin namanya mulai banyak dikenal publik sepakbola usai sukses membantu Leipzig lolos ke final DFB-Pokal, meski di laga final mereka kalah 0-3 dari Bayern.

Eks Bomber Arsenal Ini Berhasrat Jadi Pelatih Fenomenal di Emirates Stadium

Arsenal menjadi tempat bersinarnya Thierry Henry. Delapan tahun berseragam The Gunners, Henry berhasil mencatatkan 254 penampilan serta mencetak 174 gol di ajang Premier League. Usai memutuskan pensiun, Henry lantas masuk ke dunia kepelatihan. Setelah menjadi asisten pelatih timnas Belgia, ia kemudian sempat melatih AS Monaco dan kini pria berumur 42 tahun tersebut menjabat pos pelatih di klub Amerika, Montreal Impact.

Diam-diam, Henry ternyata berhasrat untuk bisa melatih Arsenal suatu saat nanti. Tak berlebihan memang bila pelatih asal Prancis itu ingin kembali mengabdikan diri untuk tim yang telah membesarkan namanya. 

“Saya memang bermimpi untuk melatih Arsenal, tapi saya juga bermimpi sedang berlari di lapangan dan melakukan slam dunk. Bukan berarti kalau itu bakalan terjadi. Tapi ya, saya ingin melatih Arsenal sampai mati,” ujarnya kepada Canal Plus.

Henry sendiri sadar, Arsenal saat ini sedang dalam masa sulit sepeninggal Arsene Wenger. Tapi demikian, Henry memilih melihatnya dari luar dan ogah ikut campur soal masalah mantan klubnya itu. 

“Saya belajar dengan masuk ke sisi ini [melatih], ada banyak hal yang saya dengar, mungkin Anda mendengar dari orang yang anda atau saya kenal dan kami mungkin mengetahui sesuatu.“Namun kami sebenarnya tidak tahu apa-apa, sudah pasti tak cukup untuk berbicara soal itu, sejak itu saya memilih untuk tidak terlihat dalam masalah seperti ini,” jelas Henry

Kepercayaan Georginio Wijnaldum Terhadap Liverpool Menatap Musim Ini

Georginio Wijnaldum, salah satu gelandang Liverpool menilai bahwa timnya mempunyai kemungkinan untuk melewati pertandingan Liga Premier Inggris musim ini tanpa mengalami kekalahan satu kali pun.

Sejauh ini, The Reds -julukan Liverpool- berhasil mempertahankan catatan 100% kemenangan dalam 8 pertandingan di Liga Inggris jelang bentrokan bergengsi melawan Manchester United.

Wijnaldum sangat percaya bahwa Liverpool bisa melewati pertandingan liga musim ini tanpa kesalahan seperti yang dilakukan oleh Arsenal pada musim 2003-2004 yang dikenal dengan Invincible Arsenal.

Pada musim itu, Arsenal yang berada di bawah kepelatihan Arsene Wenger secara luar-biasa telah berhasil melewati pertandingan Liga Premier Inggris tanpa ada satu kalipun kekalahan dengan catatan 26 kemenangan dan 12 hasil imbang.

“Untuk melewati pertandingan liga tanpa kesalahan itu mungkin saja terjadi. Tidak ada yang mengetahui bagaimana yang terjadi di masa mendatang. Kamu telah mempunyai sedikit keberuntungan sampai saat ini dan kami telah berusaha keras,” ujar Wijnaldum.

“Kami tidak memikirkan fakta bahwa anak asuh Arsene Wenger tidak salah pada musim 2003-2004. Kami hanya mencoba untuk memberikan segalanya dalam setiap laga. Saya sangat mempercayai bahwa Liverpool memiliki kesempatan untuk melakukan apa yang telah dilakukan oleh Arsenal,” tegas pemain asal Belanda itu.

Presiden Lyon Jean-Michel Aulas, Siap Lepas Pemainnya ke Juventus, Siapa?

Sang presiden, Jean-Michel Aulas, yang biasanya protektif kepada para pemainnya terlihat ikhlas saat nama Houssem Aouar masuk dalam daftar incaran Juventus.

Aouar yang sudah masuk dalam skuad utama Lyon baru mencuri perhatian musim ini. Tercatat ia sudah membukukan delapan gol dan enam assist dari total 32 laga yang ia mainkan di semua ajang. Tak pelak pemain 20 tahun tersebut langsung menjadi incaran klub besar termasuk Juventus.Menariknya, Jean-Michel Aulas yang sebelumnya begitu protektif saat Moussa Dem

bele dikaitkan dengan Chelsea kini justru melunak. Bahkan, Aulas berkata kalau dirinya ingin melihat Aouar bermain untuk Juventus di masa depan. Agnelli, tapi saya tahu jika ada kontak di antara direktur kami,” ujar Aulas kepada Tuttosport.

“Saya ingin melihat Aouar berada di Juventus suatu saat nanti, dan saya juga berharap itu menjadi ambisinya. Cepat atau lambat, saya harus membuat kesepakatan yang baik dengan teman saya, Agnelli,” lanjutnya.

Selain itu, Aulas juga mengatakan jika pihaknya tengah berupaya untuk membajak beberapa pemain Juventus. Dua nama yang sebelumnya pernah ia dekati adalah Adrien Rabiot dan Blaise Matuidi.

“Saya sempat ingin meminjam Rabiot selama enam bulan pada Januari kemarin. Namun pada saat itu, dia mulai bermain dan menjadi lebih baik. Percayalah, dia punya talenta yang hebat,” tambahnya.

“Saya juga ingin mendapatkan [Matuidi] pada musim panas lalu, tapi gagal. Namun saya tidak akan menyerah. Kami akan berbicara lagi pada Juni nanti. Matuidi sempurna buat kami, dia pemain reguler, gelandang taktis dan juara Piala Dunia,” pungkasnya.

Kedua tim ini sendiri akan berjumpa pada babak 16 besar Liga Champions. Leg pertama akan digelar pada hari Kamis (27/2/2020) mendatang di markas Lyon, Parc Olympique Lyonnais.